-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konsep Dasar Akuntansi yang Paling Penting

Konsep Dasar Akuntansi

Konsep Dasar Akuntansi - Halo sobat, kembali lagi dengan KelasAkuntansi tempat nomor #1 untuk belajar akuntansi. Setelah sebelumnya kita membahas mengenai ruang lingkup akuntansi, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai konsep dasar akuntansi. 

Akuntansi merupakan ilmu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tak nampak, secara tidak kita sadari, kita telah menerapkan ilmu akuntansi dalam kehidupan sehari-hari. 

Sebagai contoh, di masa pandemi Covid-19 seperti ini, banyak kalangan yang memanfaatkan marketing digital untuk menunjang keberlangsungan hidup ditengah kebijakan penutupan mobilitas di beberapa daerah, tak terkecuali anak-anak muda. 

Para pemuda memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan secara online ditengah kondisi uang saku yang kian menipis (yakan?) . Sebagai seorang penjual, kita tentu harus tahu bagaimana mengkalkulasikan modal yang kita miliki dan tujuan laba yang harus kita capai. Hal inilah yang mencerminkan bahwa kita kerap kali menggunakan akuntansi dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa manfaat akuntansi yang mungkin belum  dapat kita rasakan yaitu dalam hal pemberian informasi kepada pihak-pihak tertentu, ya karena manfaat tersebut hanya dapat dirasakan dalam lingkup dunia bisnis yang besar.

Selain itu, akuntansi juga berperan penting dalam penyediaan laporan keuangan sebagai bahan evaluasi keberlangsungan unit usaha. 

Konsep Dasar Akuntansi

Semua ilmu pasti memiliki konsep yang mendasarinya. Tanpa adanya konsep, ilmu-ilmu besar sekalipun bisa saja tidak memiliki dasar yang kuat dalam pelaksanaannya. Beberapa konsep dasar akuntansi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Entitas Bisnis atau Entity Theory

Dalam konsep ini, kepemilikan aset dan kewajiban antara pemilik dan perusahaan tidak boleh disamakan. Sebagai contoh akuntan di suatu perusahaan dengan satu pemilik maka akuntan tersebut hanya mencatat seluruh aktivitas bisnis saja tanpa mencatat aktivitas-aktivitas personal dan kewajiban pemilik perusahaan. 

Konsep entitas bisnis adalah asumsi dasar akuntansi yang membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi ke data yang berhubungan langsung dengan aktivitas usaha. Dengan kata lain, akuntansi tidak dapat digunakan oleh bisnis yang mencampur harta perusahaan dengan harta si pemilik.

Meski hubungannya terpisah, tetapi pemilik sudah pasti memiliki hak atas keuntungan yang dihasilkan dalam kegiatan operasional perusahaan tersebut. Keuntungan tersebut dikenal dengan istilah dividen. Namun perlu diingat, bahwasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan akan mengalir sepenuhnya ke kantong si pemilik. Ada beberapa bagian yang harus dipastikan operasional perusahaan tetap berlanjut, hal ini disebut dengan laba ditahan.

2. Pengukuran Uang atau Money Measurement Concept

Uang merupakan alat ukur yang paling umum dalam pelaksanaan akad jual-beli di bidang ekonomi. Maksud dari konsep ini adalah bahwa seluruh informasi utama dalam laporan keuangan itu diukur dengan satuan uang, karena uang memiliki sifat yang jelas dan sudah umum digunakan untuk mengukur total aset, utang serta perubahannya.

3. Kelangsungan Usaha atau Going Concern

Konsep ini mengartikan bahwa sebuah perusahaan diandaikan akan terus berjalan dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan. Implikasi dari pemahaman konsep ini adalah kondisi 'bangkrut' menjadi suatu hal yang aneh jika dipandang dari sudut konsep ini.

Suatu perusahaan diandaikan bisa bertahan untuk selamanya dan tidak mungkin direncanakan bangkrut. Implikasi lain dari konsep kelangsungan usaha atau going concern adalah perusahaan menjadi lebih yakin untuk beroperasi dengan jangka waktu yang panjang sehingga mampu menyelesaikan semua proyek yang telah direncanakan, mengumpulkan kepercayaan para pihak pemegang kepentingan, dan juga menjalankan serangkaian program-program perusahaan.

4. Dua Aspek Akuntansi

Konsep dua aspek memetakan setiap transaksi yang terjadi di perusahaan dalam dua aspek. Yaitu penerimaan atas manfaat dan pemberian atas manfaat. Sebagai contoh, ketika perusahaan sobat membeli sebuah mesin produksi untuk keberlangsungan perusahaan. Mesin disini tentu diakui sebagai aset perusahaan dan aset tersebut memiliki dua aspek.

Aspek yang pertama adalah ketika mesin digunakan untuk memproduksi barang atau jasa dan kemudian kita jual sehingga dapat menghasilkan sejumlah yang disebut dengan pendapatan perusahaan. Aspek yang kedua ialah ketika mesin tersebut dibeli, maka menjadi kewajiban bagi kita (perusahaan) untuk membayar atas transaksi membeli mesin dari supplier mesin tersebut.

5. Periode Akuntansi

Sebuah bisnis memang diproyeksikan akan terus berjalan dalam kurun waktu yang tidak ditentukan, bukan berarti konsep waktu tidak penting dalam akuntansi. Konsep waktu ini digunakan untuk mengetahui hasil operasi perusahaan yang disajikan ke dalam laporan keuangan.

Pencatatan ini biasanya dibuat dalam 1 periode atau 1 tahun kalender. Itulah mengapa konsep waktu sangat penting dalam dunia akuntansi. Karena tanpa periode waktu, akuntansi tidak dapat digunakan sebagai media penilaian atas kinerja perusahaan, apakah sudah sesuai dengan visi misi perusahaan atau belum.

6. Perbandingan atau Matching Concept

Pada konsep ini, dijelaskan bahwasanya beban diakui bukan pada saat pengeluaran sudah dilunasi. Melainkan saat produk barang atau jasa yang dihasilkan telah memberikan kontribusi pada pendapatan. Sebagai contoh, perusahaan membeli perlengkapan senilai Rp 1.200.000 pada tanggal 1 Agustus 2020 dengan masa manfaat 1 tahun. Maka pada saat akhir periode, diperlukan penyesuaian atas perlengkapan tersebut yaitu sebesar jumlah perlengkapan yang telah digunakan sampai akhir periode.

Dalam hal ini, maka total perlengkapan yang telah digunakan perusahaan ialah Rp 500.000. Ketika dicatat ke dalam jurnal, akun-nya ialah beban perlengkapan. Karena selama 5 bulan terhitung jumlah perlengkapan yang sudah memberikan manfaat kepada perusahaan.

7. Upaya dan Hasil atau Effort and Accomplishment

Hampir sama dengan konsep perbandingan yang mengakui beban, pada konsep ini mengakui adanya pendapatan meskipun belum memberikan manfaatnya. Sebagai contoh, sobat memiliki usaha bengkel mobil, suatu ketika ada pelanggan yang hendak memperbaiki mobilnya dengan total harga mencapai Rp 5.000.000 dan langsung dibayar. 

Dalam hal ini, maka sobat yang memiliki usaha bengkel tersebut telah menerima pendapatan padahal mobil pelanggan belum diperbaiki. Dalam penjurnalan, akun yang digunakan ialah pendapatan diterima di muka.

Kesimpulan

Sampai saat ini, banyak akuntan yang masih menggunakan konsep tersebut dalam menjalankan tugasnya. Konsep dasar tersebut menjadi panduan dan pegangan dalam membuat pencatatan yang tepat berdasarkan transaksi yang terjadi di perusahaan.


Demikianlah sobat, sedikit ulasan mengenai konsep dasar akuntansi yang paling penting. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan isi kolom komentar dibawah ini.. Happy Studying sobat:)

Posting Komentar untuk "Konsep Dasar Akuntansi yang Paling Penting"